Selalu Melihat Kebaikan Meskipun Itu Adalah Bangkai

Dikisahkan pada suatu waktu, Nabi Isa 'Alaihissalam berjalan bersama sahabat-sahabatnya dalam sebuah perjalanan. Pada perjalanan tersebut, mereka dikejutkan dengan melewati bangkai hewan yang telah mati dan busuk. Para sahabat Nabi Isa 'Alaihissalam merasa jijik ketika mencium bau bangkai hewan tersebut, namun Nabi Isa 'Alaihissalam melihatnya dengan hati yang begitu jernih.

Di hadapan para sahabatnya, Nabi Isa 'Alaihissalam mengungkapkan, "Hewan ini memiliki gigi yang sangat bersih dan putih." Beliau tidak memperdulikan bau busuk dari bangkai tersebut. Sungguh luar biasa, hati Nabi Isa 'Alaihissalam begitu jernih sehingga beliau masih mampu melihat keindahan dari bangkai tersebut. Inilah contoh teladan mengapa kita harus memiliki hati yang bersih dan jernih, agar kita memiliki hati yang selamat atau yang disebut Qolbun Salim.

Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu melihat kebaikan dalam segala hal, meskipun itu terlihat buruk atau tidak menyenangkan. Terkadang, kita semua terjebak dalam memandang sesuatu dari segi negatifnya saja. Namun, jika kita mampu melatih diri untuk melihat kebaikan dan menjaga hati agar tetap bersih, kita akan mampu menemukan keindahan bahkan dalam hal-hal yang tampaknya tidak sejalan dengan harapan.

Hati adalah cermin dari jiwa kita. Jika hati kita dipenuhi dengan kebaikan, maka akan tercermin pula dalam tindakan dan sikap kita terhadap orang lain. Hati yang bersih dan jernih akan membantu kita memahami keragaman dan keunikan setiap makhluk Allah. Kita dapat belajar untuk memandang segala sesuatu dengan perspektif yang lebih baik dan mencari titik terang di tengah kegelapan.

Mengembangkan hati yang bersih dan jernih bukanlah proses yang mudah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada situasi yang menantang dan kadang-kadang menyebabkan rasa ketidakpuasan atau kesedihan. Namun, dengan latihan dan kesabaran, kita dapat memperkuat dan membersihkan hati kita.

Salah satu cara untuk menjaga hati tetap bersih adalah dengan mempraktikkan sikap sabar, toleransi, dan pengampunan terhadap diri sendiri maupun orang lain. Jangan biarkan kemarahan atau rasa dendam mengendalikan hati kita, karena hal itu hanya akan menciptakan lingkaran negatif yang sulit untuk dipecahkan.

Selain itu, merenung dan berdzikir kepada Allah juga dapat membantu kita mempertahankan kebersihan hati. Melakukan introspeksi diri secara teratur dan menggali potensi diri akan membantu kita untuk lebih memanfaatkan bakat-bakat yang telah diberikan oleh Sang Pencipta.

Ketika kita melihat sesuatu atau seseorang dengan hati yang bersih dan jernih, kita akan lebih mampu mengapresiasi keindahan dalam segala bentuk. Kebaikan akan tampak begitu nyata, bahkan pada hal-hal yang mungkin terlihat buruk di mata orang lain.

Maka dari itu, mari kita teladani Nabi Isa 'Alaihissalam dalam kisah ini. Mari kita berusaha untuk memiliki hati yang bersih dan jernih, agar kita dapat melihat kebaikan dalam situasi dan orang-orang di sekitar kita. Dengan memiliki hati yang selamat atau Qolbun Salim, kita akan bisa menyebarkan cinta dan kedamaian di dunia ini.

Omah Waras

Omah Waras
Tanpa Operasi, Tanpa Obat, Tanpa Alat, Tanpa Jimat

Anda akan dihubungi terapis setelah mengisi "form booking"

Silahkan copy format dibawah ini, kemudian paste di kolom "Message" pada Form Booking

FORM DATA CALON PASIEN OMAH WARAS

  • Nama :
  • Usia :
  • Jenis kelamin :
  • Nomor Hp (Wajib yang ada Whatsapp-nya) :
  • Alamat :
  • Keluhan/sakit :
  • Sudah berapa lama sakit ? :
  • Pernah Patah Tulang ? :
  • Sudah pernah operasi ? :
  • Jika sudah pernah operasi, sebutkan operasi apa ? :
  • Masih bisa berjalan sendiri atau harus dibantu ? :
  • Sedang hamil ? :
  • Jika Hamil, Berapa bulan ?  :
  • Hari/tanggal terapi yang di inginkan :
  • Waktu/jam :
  • Dapat info terapi dari mana? :


Form Booking

Name

Email *

Message *

Anda akan dihubungi oleh terapis setelah mengisi form booking diatas

Terimakasih

Rumah Sehat 5921