Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita abaikan hubungan yang sangat erat antara hati dan tubuh kita. Padahal, jika diperhatikan dengan seksama, kedua elemen ini saling mempengaruhi dalam mencapai kesehatan yang utuh. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Mari kita coba melihat bagaimana Surat Ar-Rad Ayat 28 terhubung dengan Surat Al-Anfal Ayat 2, dan akhirnya mencapai puncaknya pada Surat Al-Fajr Ayat 27 hingga 30.
Pada Surat Ar-Rad Ayat 28, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram." Dari ayat ini, diperlihatkan bahwa hati seseorang akan mencapai ketenangan dengan mengingat Allah. Saat hati kita dekat dengan Sang Pencipta, pikiran dan perasaan kita menjadi lebih sejuk, bahagia, dan tentram.
Kaitannya dengan Surat Al-Anfal Ayat 2, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Sebagai orang yang beriman, bunyikanlah dzikir (Allah) dengan penuh kejujuran". Dalam ayat ini, Allah mengajarkan kepada kita untuk selalu mengingat-Nya dengan sepenuh hati dan keikhlasan. Dengan melakukan dzikir secara ikhlas, maka kita dapat mencapai hubungan yang lebih dekat dengan-Nya. Dan sejalan dengan itu, hati kita akan semakin suci dan bersih yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan mental dan emosional kita.
Dalam Surat Al-Fajr Ayat 27 hingga 30, Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan nasib orang-orang yang dekat dengan-Nya: "Hai (jiwa) yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan keadaan dirimu yang puas (dengan-Nya) dan dirimu yang diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku".
Dari tiga ayat ini, terlihat jelas bahwa kesehatan jiwa dan hati yang baik memiliki dampak positif pada tubuh kita. Ketika hati kita damai dan jiwa kita puas dengan Allah, maka kita akan lebih mudah meraih kesehatan jasmani yang prima. Ketenangan pikiran dan perasaan akan meminimalkan stres, kecemasan, dan ketegangan yang dapat merusak kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Tidak hanya dalam Al-Qur'an, namun juga di dalam hadis-hadis Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wasallam, terlihat jelas korelasi antara hati, jiwa, dan tubuh yang sehat. Rasulullah memberikan panduan-panduan bagi kita untuk merawat hati dan jiwa agar tubuh kita tetap sehat. Thibbun Nafsin adalah sebuah hadis yang mengatakan bahwa ada obat untuk setiap penyakit, dan dalamnya ada obat untuk hati yang sakit. Ini menunjukkan pentingnya menjaga hati agar tetap sehat dan bahagia, sehingga dampak negatif pada tubuh dapat diminimalisir.
Dalam kehidupan modern saat ini, seringkali kita fokus hanya pada kesehatan jasmani semata tanpa memperhatikan kesehatan rohani kita. Padahal, kedua aspek ini sangat saling berkaitan dan harus dijaga secara seimbang. Dengan mendekatkan diri kepada Allah dan menjalankan ajaran-Nya, kita dapat mencapai kesehatan yang utuh baik secara fisik maupun mental.
Oleh karena itu, marilah kita selalu berusaha untuk memelihara hati yang sehat, jiwa yang puas dengan mengingat Allah dalam setiap langkah hidup kita. Perawatan ini akan menjadi investasi berharga bagi kesehatan tubuh kita dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.


